Apakah yang Dimaksud dengan Teks Eksposisi?

Apakah yang dimaksud dengan teks eksposisi – Secara sederhana, teks eksposisi adalah sebuah karangan yang gagasannya singkat dan jelas, serta bertujuan untuk mengajak seseorang melalui teks tersebut.

Struktur penulisan teks ini, sama dengan struktur teks editorial atau opini yang memuat tesis (pernyataan pendapat), argumen, dan penegasan ulang.

Apakah yang dimaksud dengan teks eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang bersifat ajakan, serta berisikan informasi faktual yang ditulis dengan ringkas.  Dalam kaidah bahasa Indonesia, teks eksposisi menggambarkan sejumlah informasi yang jelas dan menarik. 

Beberapa pendapat juga menyatakan, bahwa teks eksposisi adalah jenis teks yang berfungsi untuk menyampaikan pemikiran mengenai sebuah topik. Salah satunya yaitu menurut Priyanti (2014: 91), teks eksposisi bertujuan untuk meyakinkan pembaca akan argumen atau opini dari penulisnya.

Paragraf eksposisi umumnya bersifat ilmiah atau non fiksi, mungkin tanpa disadari Anda pun sering menjumpai teks eksposisi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saat melakukan diskusi forum, dimana seseorang menyampaikan opini atau argumennya.

Terkadang untuk memperjelas argumen tersebut, Anda bisa menyertakan gambar, statistik, ataupun grafik. Teks eksposisi juga sering ditemukan dalam bentuk prosedur (langkah/proses kerja/cara-cara), teks bentuk ini disebut juga dengan istilah paparan proses.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Apakah yang Dimaksud dengan Teks Eksposisi?

Apakah yang dimaksud dengan teks eksposisi? Berikut ini adalah ciri-ciri teks eksposisi, antara lain:

  • Memuat jawaban dari pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  • Isinya tidak memihak atau memaksakan kehendak para pembacanya.
  • Tulisan disampaikan dengan lugas dan menggunakan bahasa formal sesuai PUEBI. 
  • Memuat data-data akurat.
  • Memuat fakta sebagai alat konkritasi dan kontribusi.
  • Memaparkan sejumlah informasi pengetahuan.
  • Gaya bahasa informatif dan ajakan.
  • Bersifat netral dan objektif.
  • Singkat, padat, dan jelas tidak bertele-tele.

Struktur Teks Eksposisi

Berikut adalah struktur teks eksposisi yang perlu diperhatikan saat proses penulisannya, simak uraiannya berikut:

1. Judul

Diawali dengan judul, yang menggambarkan keseluruhan dari isi teks yang akan dibahas. Sebaiknya buat judul yang singkat, dengan menggunakan kata-kata menarik dan penuh makna. Jika dari judulnya saja sudah menarik, maka pembaca akan lebih semangat untuk membaca tulisan Anda.

2. Tesis/Pernyataan Umum

Struktur kedua yaitu pernyataan umum atau tesis, yang berfungsi untuk memperkenalkan topik bahasan kepada para pembaca. Hal tersebut dikarenakan penulis memanfaatkan teks ini sebagai media untuk mengemukakan opininya, serta mengajak pembacanya agar berpikiran yang sama.

3. Argumentasi/Alasan

Bagian argumentasi juga berkaitan dengan jumlah argumen yang sudah ditulis secara umum pada bagian tesis. Penulis hanya tinggal menyebutkan ulang, atau menjabarkan argumen menjadi beberapa paragraf agar lebih jelas dan mudah dipahami.

Pengembangan argumen tersebut dapat dilakukan melalui penyajian contoh serta alasannya. Argumen juga harus memuat fakta ilmiah, untuk mendukung serta mengembangkan penjelasan yang ada di bagian tesis. 

4. Simpulan/Penegasan Ulang Pendapat

Bagian simpulan menjadi bagian paling akhir, yang harus memuat argumen yang tersaji sebelumnya. Ditulis sebagai penegasan ulang, namun dengan cara yang paling singkat dan jelas. Pengulangan ini bersifat optional, sehingga tidak semua teks memilikinya.

Unsur-Unsur Teks Eksposisi

Apakah yang Dimaksud dengan Teks Eksposisi?

Unsur-unsur teks eksposisi terdiri dari:

1. Gagasan/Ide

Pada umumnya, ide atau gagasan ini merupakan komentar, bujukan, penilaian, serta dorongan dari penulis. Gagasan akan menjadi dasar pikiran bagi penulis untuk mengembangkan topik bahasan. Pada bagian ini, penulis juga harus menyertakan data yang faktual.

2. Fakta

Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, dan biasa berwujud nyata atau dapat dibuktikan. Tidak harus berupa angka, fakta juga bisa berupa kutipan (dengan sitasi) dari pernyataan para ahli untuk memperkuat argumentasi penulis. 

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Kaidah kebahasaan akan membuat teks eksposisi menjadi lebih mudah untuk dipahami pembaca. Simak kaidah-kaidahnya berikut ini:

1. Kata Benda

Teks eksposisi harus memuat kata benda baik itu yang abstrak maupun yang nyata. Kedudukan kata benda dalam kalimat adalah subjek. Berikut adalah makna nomina (kata benda) jika dilihat dari maknanya:

  • Kata benda dasar (payung, pensil, karpet, toples).
  • Kata benda turunan (penjualan, perbuatan, kelemahan).

2. Kata Ganti

Kata ganti atau pronomina adalah kata ganti untuk nomina, pengelompokannya terbagi pada dua jenis:

  • Pronomina Persona/kata ganti orang, yaitu:
    • Orang tunggal. Contoh: Ia, anda, dia, aku, kamu.
    • Orang Jamak. Contoh: Kita, kalian, kami.
  • Pronomina Non-Persona/kata ganti bukan orang, yaitu:
    • Kata ganti Penunjuk. Contoh: Ini, sini, itu, sana.
    • Kata ganti Penanya. Contoh: Apa, kenapa, dimana.

3. Kata Hubung

Kata hubung atau konjungsi, berfungsi untuk memperkuat argumentasi penulis.

Contoh: lalu, lantas, lebih lanjut, kemudian.

4. Kata Kerja

Kata kerja atau verba, adalah dengan makna dasar proses, perbuatan, atau kondisi dan bukan sifat. Umumnya memiliki fungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat.

5. Leksikal

Leksikal adalah jenis kata yang menunjukkan kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata keterangan. Kata sifat atau adjektifa sendiri adalah kata untuk menerangkan kondisi atau sifat. Contoh: jahat, bodoh, nakal, pemarah, dan lain-lain.

6. Memuat Fakta

Teks harus memuat fakta yang berasal dari sumber terpercaya, untuk memenuhi kebutuhan data dalam penyajian informasi.

Apakah yang Dimaksud dengan Teks Eksposisi?

Contoh teks dengan data:

“Sesudah makan berat, umumnya orang akan menyantap kudapan. Berdasarkan penelitian dari National Institute of Health, hal tersebut merupakan kebiasaan baik karena dapat menyeimbangkan asupan gula dalam tubuh untuk menghadapi jadwal makan berikutnya”.

7. Menyatakan dan Menjelaskan Pendapat

Menyatakan dan menjelaskan pendapat dalam teks eksposisi, tentu akan lebih mempermudah pembaca untuk memahami argumen penulis. 

Contoh teks dengan pendapat:

“Air putih menjadi salah satu komponen yang paling esensial dalam tubuh. Hal tersebut karena 2/3 dari tubuh membutuhkan asupan air yang cukup. Air juga mampu membersihkan tubuh dari berbagai racun, serta memberikan nutrisi yang penting untuk tubuh”.

8. Penegasan Pendapat

Penegasan pendapat disimpan di bagian penutup atau simpulan, bagian ini sifatnya objektif dan harus memuat fakta ilmiah serta kalimat efektif.

Contoh:

“Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, dari penjelasan tersebut bisa dibilang jika kalori yang ada di dalam makanan cepat saji (fast food) sangat sedikit, namun akan memberikan dampak yang sangat buruk untuk kesehatan tubuh”.

Menurut Kosasih (2014: 9) kaidah kebahasaan dari teks eksposisi terdiri dari:

  1. Pernyataan persuasif.
  2. Pernyataan faktual.
  3. Menggunakan istilah teknis sesuai topik bahasan.
  4. Komentar atau menilai.
  5. Memuat konjungsi.
  6. Menggunakan kata kerja material.

Kini Anda sudah memahami apakah yang dimaksud dengan teks eksposisi? Mulai dari pengertian, struktur, ciri-ciri, hingga contohnya. Intinya teks eksposisi adalah teks yang memuat opini atau argumen penulis, serta bersifat ajakan. Hal tersebut bertujuan untuk mengajak pembacanya supaya memiliki pemikiran yang sama dengan penulis. 

Apa itu Resume: Pengertian dan Fungsinya