Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Sel tumbuhan dan fungsinya pada dasarnya merupakan materi untuk siswa sekolah menengah atas sekitar kelas 11. Namun anda tidak harus menjadi siswa kelas 11 SMA untuk mempelajarinya.

Pada artikel berikut akan dijelaskan berbagai hal tentang sel tumbuhan dan fungsinya. Untuk anda yang ingin mempelajarinya, langsung saja simak artikel berikut ini.

Pengertian Sel Tumbuhan

Sel merupakan satuan unit struktural sekaligus fungsional yang paling kecil dalam kehidupan di muka bumi. Hampir seluruh makhluk hidup pada dasarnya terdiri atas gabungan sel sel atau biasa disebut multiseluler, misalnya hewan dan tumbuhan.

Meskipun begitu, ada beberapa makhluk hidup di bumi yang hanya terdiri atas satu sel atau biasa disebut dengan uniseluler, misalnya adalah bakteri dan protozoa.

Berdasarkan ada tidaknya membran inti, sel dapat dikategorikan sebagai sel prokariotik dan sel eukariotik. Kelompok sel prokariotik merupakan kategori sel yang tidak memiliki membran inti. Pro berarti primitif dan karyon berarti inti yang maksudnya adalah tidak memiliki inti (sel).

Ukurannya cenderung kecil dan tidak memiliki sistem endomembran seperti nukleus, mitokondria dan plastida karena memang tidak membutuhkannya untuk bertahan hidup. Contohnya adalah bakteri serta alga biru (kebanyakan berasal dari kingdom monera).

Sedangkan sel eukariotik sebaliknya, yaitu kategori sel yang memiliki membran inti yang membatasi inti sejati. Eu dalam namanya berarti sejati dan karyon berarti inti yang maksudnya adalah memiliki inti sejati.

Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Ukurannya juga relatif cukup besar dan tentunya memiliki organ sel seperti badan Golgi, mitokondria dan lisosom untuk bertahan hidup. Contoh dari makhluk hidup dalam kategori sel eukariotik adalah jamur, amoeba, tanaman, hewan dan juga manusia.

Selain dikategorikan sebagai makhluk hidup dengan sel eukariotik, tumbuhan disini juga dapat dimasukkan dalam organisme autotrof.

Kategori autotrof merupakan organisme yang memiliki kemampuan untuk mengubah zat organik menjadi zat anorganik atau dalam buku pelajaran biasa disebut dengan makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk membuat makanan sendiri.

Mengapa tumbuhan dikategorikan sebagai organisme autotrof? Hal ini karena tumbuhan mempunyai klorofil yang berfungsi sebagai bahan fotosintesis. Apa itu klorofil? Klorofil merupakan zat hijau yang dihasilkan oleh organel kloroplas yang ada dalam tumbuhan.

Nah klorofil inilah yang nantinya akan menjadi makanan utama bagi tumbuhan, tentunya tetap didukung dengan makanan lain di sekitarnya.

Kembali ke pembahasan sel, sel tumbuhan mempunyai ukuran serta bentuk yang beragam. Ukurannya biasanya hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau mikroskopis.

Meskipun disebut sebagai unit struktural dan fungsional terkecil, sel masihlah memiliki beberapa bagian yang pastinya lebih kecil di dalamnya yang berfungsi sebagai penggerak ketika sel harus bekerja untuk melakukan aktivitasnya (organel).

Struktur Khas Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan dan fungsinya memiliki struktur khas yang bisa membedakannya dengan sel makhluk hidup lainnya, terutama pada sel hewan. Adapun 3 struktur khas pada sel tumbuhan adalah berikut ini:

  1.   Sel Vakuola

Sel yang satu ini sangatlah khas dengan sel tumbuhan. Mengapa? Karena jarang makhluk hidup yang memiliki sel ini. Meskipun ada, biasanya selnya tidak sempurna atau berukuran sangat kecil.

  1.   Sel Plastida

Jika anda sudah sering mempelajari biologi, anda mungkin tidak asing dengan kloroplas. Kloroplas merupakan salah satu jenis sel plastida. Selain kloroplas, masih ada banyak jenis sel plastida (akan dijelaskan pada bagian ‘Organel Sel Tumbuhan dan Fungsinya’ pada artikel ini)

  1.   Dinding sel

Dinding sel merupakan struktur yang akan membuat tubuh dari tumbuhan menjadi kaku karena dia adalah yang membatasi sel satu dengan sel lain. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan dalam ‘Organel Sel Tumbuhan dan Fungsinya’ di bagian bawah.

Ciri-Ciri Sel Tumbuhan

Berikut merupakan beberapa ciri-ciri sel tumbuhan:

  •   Memiliki dinding sel yang membatasi sel satu dengan sel yang lainnya
  •   Memiliki plastida (diantaranya kloroplas, kromoplas, dan leukoplas)
  •   Memiliki vakuola yang cukup besar
  •   Ukuran nukleusnya lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran vakuolanya
  •   Bentuk selnya tetap, walaupun terdapat perubahan biasanya tidak sampai merubah bentuk dasar
  •   Bentuk penyimpanan energi dari sel tumbuhan adalah butiran pati.

Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Berikut beberapa fungsi sel tumbuhan yang dapat dirangkum:

  •   Mengatur semua aktivitas tumbuhan termasuk aktivitas geraknya
  •   Berperan penuh dan langsung dalam aktivitas pertumbuhan tanaman
  •   Menyimpan sifat genetik tumbuhan dari bijinya
  •   Menyusun serta menjaga bentuk tanaman, itulah mengapa bentuk tanaman cenderung tidak berubah dan kalaupun ada perubahan bukanlah perubahan besar.

Jenis-Jenis Sel Tumbuhan

Sel Tumbuhan dan Fungsinya

  Sel Parenkim

Sel parenkim merupakan sel yang mempunyai banyak fungsi. Fungsi dari sel parenkim diantaranya adalah tempat penyimpanan cadangan makanan, dukungan terhadap proses fotosintesis, tempat melekatnya floem dan masih banyak lagi. selain terdiri dari xilem dan floem, daun juga memiliki banyak sel parenkim yang mengikat keduanya agar tetap berada di tempatnya.

Beberapa sel parenkim yang ada pada tumbuhan adalah sel epidermis. Sel epidermis memiliki fungsi penetrasi cahaya yang masuk ke tumbuhan serta mengatur pertukaran gas selama proses berlangsung.

Sel parenkim ini memiliki ciri yaitu dinding sel yang cukup tipis dan permeabel. Hal ini karena sel parenkim harus mengangkut molekul kecil didalamnya.

Selain menjaga dan membantu aktivitas tumbuhan dari dalam, sel parenkim juga bisa menjaga tumbuhan dari luar. Sel parenkim juga dapat tumbuh menjadi sebuah duri (baik nyata maupun duri halus) yang dapat mencegah hewan dan manusia memakan atau merusaknya.

Fungsi-fungsi sel parenkim ini bergantung pada dimana dia berada. Sel parenkim akan membantu proses fotosintesis jika mengandung banyak kloroplas di dalamnya (sel kolenkim). Sedangkan sel parenkim yang berada pada tumbuhan umbi-umbian, akan cenderung berfungsi sebagai penyimpanan.

  Sel Kolenkim

Sel kolenkim merupakan sel matang yang awalnya merupakan meristem yang mirip dengan sel parenkim. Hanya saja, plastidanya tidak berkembang sempurna serta beberapa organnya  berproliferasi untuk mengeluarkan dinding primer tambahan (selain yang utama).

Akhirnya, sel kolenkim akan hidup ketika ia sudah dewasa dan memiliki satu buah dinding primer saja. meskipun hanya memiliki satu dinding primer, sel kolenkim memiliki dinding yang tebal terutama pada bagian sudut karena terdapat tiga atau lebih sel yang saling menempel.

Kandungan utama dari dinding sel kolenkim (terutama pada tumbuhan biji terbuka atau angiosperma) adalah pektin dan hemiselulosa yang bentuknya panjang dan melintang. Bentuk ini merupakan bentuk yang fleksibel.

  Sel Sklerenkim

Selanjutnya ada sel sklerenkim yang berciri keras serta tangguh sehingga berfungsi sebagai penguat bagi tumbuhan. Sel sklerenkim umumnya terdiri atas 2 bagian utama yaitu sklereid dan serat. Dinding sekundernya memiliki lignin sehingga kedap air dan kuat.

Meskipun begitu, sel sklerenkim tidak dapat hidup lama karena tidak mampu melakukan pertukaran zat yang merupakan proses utama untuk metabolisme. Proses pertukaran zat tidak dapat dilakukan karena sifat dari sel sklerenkim yang kedap air.

Ternyata, sifat kedap air juga memiliki dampak buruk bagi sel tersebut. Sel sklerenkim umumnya akan mati pada waktu tertentu dan tidak dapat dipastikan. Sitoplasmanya akan hilang dan dibiarkan menjadi rongga kosong.

  Sel Xilem

Nama sel yang satu ini mungkin sudah tidak asing bagi anda. sel xilem adalah sel yang telah mengalami proses lignifikasi dinding sel. Fungsi utama dari sel xilem adalah mengangkut jaringan air serta unsur hara yang berasal dari tanah melalui akar. Nantinya jaringan air dan unsur hara ini akan diangkut ke daun untuk membantu proses fotosintesis.

  Sel Floem

Sel floem juga tidak kalah terkenal dari sel xilem. Sel yang satu ini merupakan sel yang menyusun jaringan pengangkut khusus zat-zat makanan (terutama sukrosa) pada tumbuhan yang tinggi. Sel floem ini dapat dibagi menjadi dua jenis yakni jenis tabung saringan dan sel pendamping.

Jika pada sel floem tabung saringan, sel ini tidak memiliki inti sel serta ribosom. Metabolismenya akan diatur oleh sel pendamping yang terhubung ke tabung saringan melalui plasmodesmata. Ada beberapa tanaman yang justru tidak memiliki sel floem sama sekali salah satunya adalah lumut.

  Sel Epidermis

Sel epidermis adalah jaringan yang terdiri atas lapisan sel yang terletak pada bagian luar tubuh tumbuhan. Lebih mudahnya, sel epidermis selalu berada pada bagian permukaan luar tumbuhan baik itu pada akar, pada batang maupun pada daun.

Organel Sel Tumbuhan dan Fungsinya

  Dinding Sel

Dinding sel biasanya memiliki bentuk yang tipis namun berlapis-lapis. Dinding sel biasanya selalu dilapisi oleh membran sel atau membran plasma dan dibedakan menjadi dinding sel primer dan dinding sel sekunder.

  • Dinding Sel Primer

Dinding sel primer tersusun atas zat selulosa, zat hemiselulosa, zat pektin, dan beberapa zat lainnya. Meskipun primer, dinding sel yang satu ini memiliki zat selulosa yang lebih sedikit daripada dinding sel sekunder. Bentuknya tipis dan elastis.

Dinding sel primer ini hanya dimiliki oleh sel sel muda yang masih baru yang sedang bertumbuh dan akan berkembang.

  • Dinding Sel Sekunder

Dinding sel sekunder terdiri atas zat protoplasma dan beberapa zat lainnya. Dinding sel ini hanya dimiliki oleh sel dewasa menuju tua dan memiliki zat selulosa yang lebih banyak dibanding sel primer. Bentuknya lebih tebal dan kaku.

Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Dinding sel ini pasti memiliki plasmodesmata yang menghubungkan protoplasma yang satu dengan protoplasma lainnya. Fungsi dari dinding sel adalah mencegah sel di dalamnya untuk melewati batas maksimumnya dan melewati berbagai jenis zat untuk kebutuhan sel lainnya.

  Membran Sel

Membran sel atau juga disebut sebagai membran plasma terletak di antara dinding sel dan isi sel sitoplasma. Membran sel tersusun atas zat kimia lipoprotein yang merupakan gabungan dari zat lemak dan zat protein.

Organel ini memiliki sifat selektif permeabel, maksudnya adalah hanya dapat dimasuki oleh zat-zat atau molekul-molekul tertentu saja. beberapa fungsi dari membran sel adalah:

  • Menjadi batas antar sel
  • Melindungi isi sel agar tidak keluar dari ruangannya
  • Reseptor dari bagian luar misalnya hormon, bahan kimia, rangsangan mekanik dan rangsangan listrik

  Plastida

Plastida merupakan organel sel yang mengandung DNA, Ribosom, beberapa jenis enzim dan beberapa jenis protein. Biasanya, plastida mempunyai zat warna atau pigmen yang disebut leukoplas (namun tidak pada seluruh sel). Berdasarkan kandungan pigmen di dalamnya, plastida dibagi menjadi dua macam yaitu:

  • Kloroplas adalah plastida yang sebagian besar isinya adalah klorofil sehingga cenderung membawa warna hijau dan ada pada daun.
  • Kromoplas adalah plastida yang mengandung pigmen dominan lain, selain klorofil sehingga membawa warna lain selain hijau. Kromoplas terdapat pada bagian tumbuhan lain seperti pada bunga, buah dan biji.

Beberapa fungsi dari plastida adalah:

  • Fotosintesis
  • Mensintesis asam lemak dan terpen.

  Vakuola

Organel vakuola merupakan organel sel yang dibungkus oleh selapis membran sel yang biasa disebut dengan tonoplas. Vakuola mengandung beberapa senyawa kimia misalnya garam mineral (dalam jumlah sedikit), karbohidrat, antosianin (pigmen bunga) dan yang lainnya.

Vakuola ini ukurannya cukup kecil ketika tumbuhan masih muda, namuns eiring dengan perkembangan tumbuhan, vakuola akan ikut menjadi besar dan lebih kuat. Fungsi utamanya adalah untuk penyimpanan zat cadangan makanan bagi tumbuhan.

  Badan Golgi

Badan golgi mungkin lebih akrab disebut sebagai diktiosom pada banyak bacaan ilmiah. Diktiosom ini memiliki jumlah yang banyak bahkan mencapai ratusan dalam setiap sel. Bentuknya mirip seperti kantong pipih dan biasanya dibatasi oleh membran. Beberapa fungsi dari badan golgi adalah sebagai berikut:

  • Proses sekresi
  • Pembentukan dinding sel
  • Penghasil lisosom
  • Pembentuk akrosom.

  Ribosom

Ribosom adalah organel sel yang berada di RE atau Retikulum Endoplasma, sitoplas,a dan nukleolus. Jumlahnya tidak dapat ditetapkan karen bergantung pada aktivitas sel. Semakin aktif sel tersebut, maka jumlah ribosom akan semakin banyak. Fungsi utama dari ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein sebelum dialirkan.

  Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum Endoplasma berada di dalam sitoplasma dan dibagi menjadi dua jenis berdasarkan keberadaan ribosom:

  • Retikulum endoplasma kasar, yang memiliki ribosom dan fungsi utamanya adalah sebagai pembentuk membran dan pembentuk protein.
  • Retikulum endoplasma halus, yang tidak memiliki ribosom. RE yang satu ini memiliki fungsi sebagai pembentuk lemak, penetralisir racun dan penyimpan kalsium tumbuhan.

  Mitokondria

Mitokondria adalah organel yang berbentuk lonjong dan dibungkus oleh satu lapis membran luar dan satu lapis membran dalam. Jumlah dari mitokondria dalam sel bervariasi, tergantung pada tingkat metabolisme tumbuhan karena fungsi utamanya adalah penghasil energi dan terlibat pada proses respirasi.

  Mikrotubulus

Selanjutnya ada mikrotubulus yang memiliki bentuk silinder atau bentuk tabung tanpa cabang dengan diameter rata-rata 25 nm. Sesuai dengan namanya, mikrotubulus tersusun dari protein tubulin yang bersatu dalam rangkaian yang terpilin.

Fungsi utamanya adalah untuk memberi bentuk sel dan membantu mengangkut bahan-bahan yang terdapat dalam sel.

Nukleus

Nukleus atau inti sel memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan organel sel yang lainnya dan memiliki bentuk bulat oval. Nukleus memiliki beberapa bagian yaitu:

  • Membran inti atau karioteka, yang menjadi pelindung nukleus
  • Nukleoplasma yang mengandung banyak enzim, protein, kromosom dan nukleolus
  • Kromatin/kromosom yang mengandung DNA tumbuhan
  • Nukleolus yang merupakan pembungkus kromosom

Fungsi dari Nukleus adalah untuk mengatur seluruh kegiatan sel meskipun hanya pergerakan kecil, tempat menyimpan protein, tempat menyimpan informasi genetik dari tumbuhan dan membantu proses pembelahan sel.

Sitoplasma

Sitoplasma merupakan koloid yang bisa berubah mulai dari fase sol sampai menjadi fase gel. Mediumnya semi cair dan disebut sebagai sitosol. Sitoplasma adalah seluruh substansi yang terdapat dalam satu sel (kecuali yang berada dalam nukleus) dan fungsi utamanya adalah tempat berlangsungnya metabolisme sel.

Peroksisom

Peroksisom adalah organel khusus yang menghasilkan enzim oksidatif yang fungsinya adalah memecah metabolisme. Sedangkan fungsi dari peroksisom adalah membantu kloroplas ketika proses fotorespirasi dan pemecah lemak menjadi gula.

Nah itulah tadi penjelasan lengkap tentang sel tumbuhan dan fungsinya. Semoga artikel diatas dapat anda jadikan pelajaran ataupun referensi pengetahuan anda.

mempelajari sel tumbuhan dan fungsinya mungkin sulit, apalagi dengan banyaknya istilah istilah ilmiah di dalamnya, namun jika anda mempelajarinya dengan seksama, anda mungkin akan lebih mudah memahaminya. Semoga artikel diatas dapat membantu dan selamat belajar!

Mengetahui Secara Singkat Sejarah Indonesia dan Perjuangan Bangsa Indonesia