Mengenal Besaran Pokok dan Besaran Turunan

3 min read

Mengenal Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran Pokok dan Besaran Turunan – Anda tentu sudah tidak asing lagi mengenai besaran pokok dan besaran turunan. Besaran tersebut umumnya sudah sering dipelajari saat duduk di bangku sekolah. Agar Anda mengingat mengenai apa itu kedua jenis besaran tersebut, maka simak pengertiannya terlebih dahulu di bawah ini.

Pengertian Besaran

Perlu Anda ketahui bahwa besaran merupakan sesuatu yang bisa diukur sekaligus dinyatakan dalam angka. Sementara itu pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan satuan yang dijadikan patokan. Dalam ilmu fisika sendiri pengukuran adalah hal yang sangat vital.

Pengukuran tersebut nantinya akan berhubungan langsung dengan besaran pokok dan besaran turunan. Yang mana setiap besaran memiliki satuan yang berbeda. Saat melakukan pengukuran terkadang Anda perlukan mengkonversi satu bentuk satuan ke satuan yang lainnya.

Mengenal Besaran Pokok

Mengenal Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran pokok merupakan besaran yang satuannya sudah didefinisikan terlebih dahulu serta tidak bisa dijabarkan dari besaran lain. Berdasarkan kesepakatan ahli fisika dunia sudah ditetapkan tujuh besaran pokok yang sampai saat ini dapat digunakan untuk berbagai pengukuran. Diantaranya:

  • Panjang 

Merupakan besaran pokok yang digunakan untuk mengukur panjang sebuah benda. Pajang disini memiliki satuan internasional bernama meter dan berdimensi L. Tentu Anda sudah tidak aisng saat menggunakan besaran yang satu ini.

  • Massa

Penggunaan besaran ini dapat digunakan untuk menggukur kandungan materi sebuah benda. Massa satu kilogram sendiri dapat diartikan oleh massa silinder logam yang terbuat dari campuran platina serta iridium yang disimpan dengan ketat.

  • Waktu

Besaran pokok yang satu ini dapat digunakan untuk mengukur waktu suatu kejadian atau peristiwa. Contohnya adalah stopwatch yang dapat digunakan sebagai alat ukur waktu. Waktu ini sendiri memiliki satuan internasional sekon serta memiliki dimensi T.

  • Suhu

Suhu merupakan salah satu ukuran penas sebuah benda. Suhu ini sendiri merupakan salah satu besaran pokok yang memiliki satuan internasional bernama Kelvin. Untuk mengukur suhu sendiri Anda bisa menggunakan termometer.

  • Kuat arus

Kuat arus ini merupakan salah satu besaran pokok yang dapat mengukur arus listrik satu tempat menuju tempat lain. Kuat arus ini sendiri memiliki satuan internasional bernama ampere. Satu ampere sendiri dapat diartikan sebagai kuat arus yang digunakan untuk memindahkan muatan satu Coulumb.

  • Intensitas cahaya

Merupakan salah satu besaran pokok yang dapat digunakan untuk mengukur terang atau tidaknya cahaya pada sebuah benda. Intensitas cahaya yang satu ini memiliki satuan internasional bernama candela.

  • Jumlah zat

Besaran yang satu ini umumnya digunakan untuk mengukur jumlah partikel yang terkandung pada sebuah benda. Jumlah zat tersebut memiliki satuan internasional bernama mol. Satu mol dapat diartikan sebagai jumlah zat yang sama atau sebanding dengan 12 gram atom karbon.

Itulah beberapa besaran pokok yang digunakan dalam seluruh dunia. Anda bisa menggunakan besaran tersebut untuk mengukur benda yang diperlukan.

Mengenal Besaran Turunan

Mengenal Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya berasal dari kombinasi besaran pokok. Besaran turunan ini sendiri memiliki jumlah yang sangat banyak. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir semua besaran dimiliki oleh besaran turunan ini.

  Perbedaan Globalisasi, Modernisasi Dan Westernisasi

Anda tentu sudah mengenal besaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Lantas apa saja contoh besaran turunan tersebut? Contohnya adalah luas, massa jenis, kecepatan, dan masih banyak lagi. Dibawah ini penjelasan selengkapnya yang bisa Anda simak:

  • Luas diturunkan dari dua besaran panjang yaitu panjang dan lebar.
  • Massa jenis diturunkan berdasarkan satu besaran massa serta tiga besaran panjang.
  • Kecepatan merupakan besaran yang diturunkan dari satu besaran panjang/jarak serta satu besaran waktu.
  • Perlajuan atau percepatan yang diturunkan dari satu besaran panjang/jarak serta dua besaran waktu.
  • Gaya yang satu ini diturunkan dari besaran massa, satu besaran panjang serta dua besaran waktu.

Meski memiliki istilah berbeda, tetap saja panjang, lebar, tinggi, serta jarak merupakan besaran yang sama yakni besaran panjang. Sementara itu, dalam mengukur panjang, tinggi, lebar, dan jarang digunakan alat ukur besaran panjang. Baik itu menggunakan mistar, meteran, dan masih banyak lagi lainnya.

Pengukuran Besaran dalam Fisika

Ada banyak peristiwa tentu sering Anda jumpai pada lingkungan kita seperti bayi yang ditimbang di puskesmas, pengukuran arus listrik, sampai pengukuran tekanan dari pasien oleh dokter. Pengukuran sendiri berarti aktivitas membandingkan besaran satu dengan besaran lainnya. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam mendapatkan data secara pasti.

Perlu Anda ketahui bahwa teori yang ada dalam ilmu fisika dapat selaras dengan hasil pengukuran. Jika teori tidak sesuai dengan hasil pengukuran maka teori tersebut tidak bisa digunakan atau ditolak. Itulah mengapa besaran dalam fisika sangat penting dalam mendasari kevalidan data.

Dalam pengukuran sederhana besaran pokok dan besaran turunan ini sendiri, Anda tentu sering menjumpai beberapa alat ukur seperti pengukuran besaran panjang yang memakai jangka sorong, mistar, dan lain sebagainya. Sementara besaran massa memakai alat ukur timbangan dan lainnya.

Contoh Alat untuk Mengukur Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Mengenal Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Di bawah ini merupakan beberapa jenis alat ukur yang dapat Anda gunakan untuk mengukur besaran pokok serta besaran turunan. Anda bisa menggunakannya untuk mengukur dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya seperti:

  • Mistar ukur

Mistar merupakan alat ukur panjang punya dua skala ukuran. Yakni skala terkecil dan skala utama. Satuan untuk skala terkecil yakni milimeter. Sementara itu skala utama adalah centimeter. Skala terkecil pada mistar sendiri adalah 1 milimeter.

  • Jangka sorong

Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang berupa skala utama, skala nonius, dan rahang yang digunakan untuk mengukur garis tengah dalam, rahang untuk mengukur tengah luar dan pengukur kedalaman. 

Rahang pengatur garis tengah tersebut bisa digunakan untuk mengukur diameter bagian pada benda. Terdapat rahang pengatur garis tengah bagian luar dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian luar sebuah benda.

  • Mikrometer ulir

Sekrup atau mikrometer ulir terbagi ke dalam beberapa bagian. Diantaranya adalah landasan, selubung dalam, poros, selubung luar, roda bergerigi, bingkai, dan poros. Selubung bagian dalam dan bagian luar memiliki skala nonius dan skala utama.

Skala nonius memiliki nilai 0.01 mm. Anda bisa mengetahui saat memutar selubung bagian luar sebanyak satu kali putaran penuh. Anda bisa memperoleh nilai 0,5 mm pada skala utama. 

  • Stopwatch

Stopwatch merupakan alat untuk mengukur waktu dengan skala utama bernama detik dan skala terkecil bernama milidetik. Skala utama sendiri memiliki 10 bagian skala terkecil sehingga nilai satu skala terkecil yang mempunyai stopwatch analog adalah 0,1 detik. Sementara itu, ketidakpastiannya atau ketelitiannya adalah 0,05 detik.

  • Neraca

Neraca merupakan alat yang digunakan untuk mengukur massa contohnya adalah timbangan, neraca pegas, neraca ohaus, dan masih banyak lagi. Setiap alat ukur tersebut memiliki cara pengukuran yang berbeda satu sama lainnya.

Itulah beberapa informasi yang bisa Anda ketahui mengenai besaran pokok dan besaran turunan. Di lingkungan sekitar tentu Anda sudah sering melakukan pengukuran. Baik itu menggunakan besaran pokok maupun besaran turunan.

Avatar